Kemampuan VS Penampilan, bagi seorang hacker


Lebih dari semua tindak tanduk dari ciri budaya itu, menjadi seorang hacker berarti memiliki kemampuan tertentu. Dan kemampuan itu , keahlian itu tidak bisa tergantikan oleh apapun. Keahlian adalah emas bagi para hacker.
Seorang yang diakui sebagai hacker, baik dalam arti baik maupun buruk , selalu seorang yang memiliki kemampuan “menabjubkan”. Bagaikan ahli-ahli kungfu dalam cerita –cerita silat dari mandarin, seseorang dengan kemapuan tertinggi biasanya tidak sesumbar. Hacker paling tidak harus bisa mengusai lebih dari satu pemrograman. Dan bahasa pemrograman yang dikuasainya disarankan bukan basic. Ada bany ak pemerogramanyang bisa dikuasai hacker, mulai dari phython, java, lisp, perl, hingga c dan C++. MASING masing tidak membutuhkan waktu yang sedikit untuk dikuasai.
Dalam dunia yang semakin  terhubung, karena internet yang semakin masuk kedalam kehidupan manusia, hacker juga harus memahami cara kerja jaringan internet. Bahasa html harus menjadi bahasa ibu bagi merekaa.
Seseorang tanpa kemampuan, tetapi kerap sesumbar di forum-forum online, hanyalah tong kosong’ yang bising dan mengganggu. Hacker palsu ini biasanya akan bernasib tragis, dipermalukan seumur hidup atau mati tanpa pernah diingat.

Ciri seorang hacker

  •    Modal dasar bagi seorang hacker adalah kemampuan teknis.  Hacker bukan seseorang yang melihat sebaris kode diinternet lalu menerapkannya begitu saja. Seorang hacker melihat kode dan memanfaatkannya setelah menemukan cara kerjanya dan mengetahui apakah kode tersebut mengetahui apakah kode tersebut memang yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuannya.
  •      Kerja keras

Seorang  hacker tidak mudah menyerah. Richard stallman, misalnya, bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa tidur untuk menciptakan piranti lunak yang sempurna.
Seorang pembobol menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari celah pada sebuah system.
3.       Kreativitas
Menemukan sebuah celah keamanan, merekayasa sebuah piranti lunak yang kemudian hari ternyata digunakan banyak orang, ini  adalah contoh pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan kreativitas. Kemampuan untuk tidak berhenti pada sebuah pemikiran, untuk tidak terjebak [pada sebuah jalan, berani untuk berlaku beda demi mencapai sebuah tujuan.
4.       Aturan? Aturan yang mana?
Aturan adalah pagar yang melindungi. Namun kadangkala apa yang ada didalam pagar telah  melampaui pagar itu sendiri. Dalam bertindak, seorang hacker tidak bertanya terlebih dahulu apakah ada aturannya. Aturan adalah hal yang   dipikirkan belakangan.
5.       Tanggung jawab
Semangat hacker yang dibawa dari awal istilah itu lahir adalah melakukan sesuatu yang tidak merusak . kini makna itu mulai memudar, namun tanggung jawab tetap menjadi esensi dari hacker. Hacker tidak bersembunyi di balik topeng, jika saatnya tiba untuk mengaku ia akan mengakui perbuatannya.

Wicak hidayat dan yayan sopyan, dibalik kisah-kisah hacker legendaris,media kita: jakarta 2007.